Struktur Organisasi

Sistem Tata Pamong

Penyelenggara Jurusan Kehutanan/Program Studi Kehutanan merupakan suatu kesatuan dari sistem besar Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang terdiri mahasiswa, staf edukatif, kurikulum, organisasi pelaksana yang berusaha bersama sama, bersatu dalam mencapai tujuan penyelenggaraan jurusan/program studi. Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tata cara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas dengan didasarkan pada undang-undang atau peraturan yang berlaku.

Peraturan yang menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan di  Jurusan Kehutanan/Program Studi Kehutanan Fakultas Petanian, yaitu (a) Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; (b) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; (c) Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 1982 tentang pendirian Universitas Bengkulu; (d) Keputusan Mendikbud Nomor 0169/U/1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Bengkulu; (e), Peraturan Mendikbud Nomor 75 tahun 2013 tentang Statuta Universitas Bengkulu; (f) Keputusan Dirjen DIKTI No163/DIKTI/KEP/2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi, serta (g) SK Dekan Fakultas Pertanian Nomor 560/J30.1.23/HK/ 2003 tentang tugas Jabatan Dekan, Pembantu Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium diLingkungan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Proses penyelenggaraan program studi kehutanan tidak lepas dari nilai-nilai luhur yang berlaku yang dijadikan dasar untuk mengarahkan, memberikan inspirasi, dan meciptakan motivasi untuk mencapai visi, misi, dan tujuan program studi. Lima dasar yang menjadi pegangan dalam menyelenggarakan sistem pamong pada tingkat program studi, yaitu 1) kredibel, 2) transparan, 3) akuntabel, 4) bertanggung jawab, dan 5) adil.

  • Kredibel

Kredibellitas merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan program studi kehutanan. Oleh karena itu kepercayaan dari masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan semakin meningkat. Hal tersebut tercermin dari semakin berkembangnya berbagai bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta kerja sama dengan pemangku kepentingan, seperti :  pemerintah daerah, kementerian, dan sebagainya.

  1. Bidang Pendidiikan
  • Mahasiswa realif stabil dalam mengikuti proses belajar mengajar yang berada di Program Studi Kehutanan
  • Input mahasiswa dari berbagai macam daerah, menunjukkan adanya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program studi kehutanan.
  • Ketersedian dosen tetap yang berkualifikasi S2 dan S3 menunjukkan bahwa program studi memiliki kredibilitas dalam menjaga kualitas.
  1. Bidang Penelitian
  • Tingginya persentase dosen-dosen kehutanan yang mendapatkan penelitian hibah kompetitif; sehingga dengan keadaan tersebut membuktikan bahwa tingginya tingkat kualitas dosen yang mengajar di Program Studi Kehutanan.
  • Tingginya persentase dosen-dosen kehutanan yang mengikuti seminar dan atau loka karya hasil penelitian, baik skala nasional dan atau internasional. Ini menunjukkan tingginya tingkat kualitas dosen yang mengajar di Program Studi
  • Ada beberapa dosen yang mendapatkan hak paten terhadap karya ilmiah yang mereka cetuskan. Dengan demikian keberadan dosen pengampu di program studi kehutanan menunjukkan berperan aktif dalam menciptkan sebuah karya dan mengikuti Forum ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional.
  1. Bidang Pengabdian masyarakat
  • Cukup tingginya persentase dosen-dosen kehutanan yang mendapatkan penelitian hibah kompetitif pengabdian kepada masyarakat; hal ini menunjukkan tingginya tingkat kualitas dosen yang mengajar di Program Studi Kehutanan.
  • Cukup banyak dosen-dosen di program studi kehutanan yang dipakai oleh pemerintah daerah untuk membantu berbagai kegiatan, yang berhubungan dengan pengelolaan hutan dan lingkungan.
  • Transparan
  • Pemilihan Ketua dan Sekretaris program studi dilakukan secara demokratis dimana setiap dosen tetap yang minimal mempunyai jabatan fungsional lektor kepala memiliki peluang untuk dipilih dan memilih menjadi ketua jurusan yang merangkap sebagai ketua program studi. Pemilihan dilakukan pada rapat di tingkat proram studi kemudian diiajukan ke dekan untuk di teruskan ke universitas guna mendapatkan surat keputusan,
  • Penyusunan Rencana kegiatan dan anggaran program sstudi dilakukan dengan memperhatikan masukan dan kebutuhan civitas akademika.
  • Pelayanan terhadap mahasiswa baik kegiatan akademik maupun keuangan dilakukan secara terbuka dan terdokumentasi.
  • Setiap awal semester dilakukan rapat pengelola  program studi dengan dosen tetap untuk mendiskusikan tentang penentuan dosen pengajar, jadwal kegiatan, dan menyelesaikaan masalah  yang terjadi selama perkulihan.
  • Pemilihan atau penunjukan tim pembimbing skripsi dilakukan berdasarkan pada kompetensi dosen dengan topik skripsi, melalui tim pertimbangan skripsi yang dibentuk oleh jurusan.
  • Akuntabel

Pelaksanaan pengelolaan program studi berdasarkan mekanisme mutu baik secara internal maupun eksternal. Penjaminan mutu internal diimplementasikan dala bentuk penguatan instrumen penjaminan mutu dan sistem monitoring dan evaluasi. Termasuk diidalamnya adalah kebijakan strategis, kebijakan akademik (Panduan Akadenik, Standar Mutu Akademik, dan SOP), dan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) serta pertanggungjawaban pemanfaatan anggaran. Penjaminan mutu eksternal ditempuh dengan pelaporan ESBEDD secara berkala dan pengajuan Akreditasi BAN-PT.

  • Bertanggung Jawab

Program Studi kehutanan pada prinsipnya bertanggung jawab terhadap keberlanggsungan kegiatan pengajaran seperti perkuliahan dan  praktikum yang diwujudkan  dalam bentuk daftar hadir dosen, mahasiswa, dan topik bahasan. Terkait dengan pelaksanaan penelitian mahasiswa (skripsi) pengelola program studi menunjuk dua orang dosen yang bertugas membimbiing pembuatan proposal, pelaksanaan penelitian, analisis hasil, dan pembahasan yang kemudian disusun dalam bentuk skripsi. Keseluruhan biaya sebagai konsekuensi pelaksanaan kegiatan pengajaran, pendidikan, membimbing skripsi, penelitian, dan pengabdian dipertanggungjawabkan sesuai dengan SK Rektor.

  • Adil

Program Studi kehutanan pada dasarnya menerapkan prinsip keadilan terhadap keseluruhan aspek tata kelola termasuk aspek akademik maupun non akademik. Dalam aspek akademik, keadilan dapat diwujudkan melalui penetapan dosen pengampu mata kuliah, pembimbing praktikum, pembimbing dan penguji skripsi sesuai kompetisi dan kinerja. Sedangkan dalam aspek non akademik, keadilan berdasarkan kode etik dosen. Keadilan yang dilakukan juga mencakupi pemberian tugas pada orang yang tepat sehingga tujuan program studi dapat tercapai sesuai dengan visi, misi, dan tujuan. Penetapan dosen pengampu mata kuliah dilakukan dengan memperhatikan latar belakang pendidikan,  riset dan pengalaman pembelajaran yang dimiliki staf dosen. Dalam menetapkan dosen pembimbing skripsi dilakukan dengan memperhatikan aktivitas penelitian yang dimiliki oleh dosen dan juga azas kepatutan sesuai aturan yang berlaku.

Secara singkatnya, sistem dan pelaksanaan tata pamong di Program Studi Kehutanan untuk  membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil dilakukan sebagai berikut :

  1. Program studi dipimpin oleh ketua program studi. Oleh karena Jurusan Kehutanan hanya memiliki satu program studi, yakni Program Studi Kehutanan maka Ketua Jurusan Kehutanan merangkap sebagai Ketua Program Studi Kehutanan dan dibantu oleh Sekretaris Program Studi yang juga merangkap sebagai sekretaris Jurusan Kehutanan. Dalam mengelola Program Studi ini, ketua Program Studi/Ketua Jurusan dibantu oleh seorang staf administrasi yang sekaligus merangkap sebagai staf administrasi Jurusan. Dalam hal pengelolaan laboratorium, laboratorium kehutanan diketuai oleh ketua laboratorium yang dibantu oleh tenaga fungsional laboran dan administrasi laboratorium; yang secara struktural bertanggung jawab kepada ketua jurusan kehutanan.
  2. Proses pemilihan ketua dan sekretaris program studi/jurusan dilakukan secara transparan, kredibel dan melibatkan semua dosen program studi. Pada saat pemilihan ketua program studi/jurusan, setiap dosen aktif yang telah memenuhi aturan kepangkatan mempunyai hak yang sama untuk dipilih. Mekanisme pemilihan biasanya didahulukan dengan cara musyawarah. Jika perbedaan pendapat tak terhindari, mekanisme suara terbanyak diberlakukan. Pelaksanaan pemilihan yang mengedepankan asas demokrasi ini diharapkan mampu mengakomodasi semua pihak, sehingga pimpinan yang terpilih mendapatkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan keberhasilan kerja sebagai cita-cita bersama.
  3. Rapat dosen dilakukan secara berkala untuk monitoring dan evaluasi (monev) dan pemecahan masalah-masalah operasional akademik yang berdasarkan prinsip-prinsip musyawarah dan demokrasi, transparansi, keadilan, akuntabilitas, dan akomodatif.
  4. Pelaksanaan operasional dan organisasi akademik merujuk pada ketentuan dan peraturan yang berlaku, seperti yang telah dijelaskan di atas/
  5. Pengelolaan dana program studi dilakukan dengan memperhatikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Neraca keuangan program studi secara berkala dilaporkan kepada para dosen melalui rapat rutin. Dana yang berasal dari fakultas, dilaporkan secara langsung kepada fakultas dengan disertai bukti-bukti fisik penunjang.
  6. Pembagian tugas oleh Program Studi kepada dosen-dosen dilakukan seadil-adilnya sesuai persyaratan tugas baik dari sisi kepangkatan, jabatan fungsional dan pengalaman baik untuk kegiatan akademik dan non akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar setiap dosen Program Studi memenuhi kewajiban melakukan kegiatan rata-rata sebanyak 12 sks per semester yang terdiri dari kegiatan tri dharma perguruan tinggi dan kegiatan penunjang
  7. Dalam tata pamong di tingkat program studi, ketua prodi/ketua jurusan menjadi penanggung jawab paling mendasar dalam penjaminan mutu dan pelaksanaan visi, misi, dan tujuan prodi. Bentuk pertanggungjawaban Ketua Prodi Kehutanan dan Ketua Laboratorium berupa laporan penggunaan dana (SPJ kegiatan) dan laporan kegiatan akademik dalam bentuk Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED). Laporan penggunaan dana dilakukan untuk setiap kegiatan yang direncanakan oleh prodi dan laboratorium. Setiap kegiatan yang dilakukan prodi dan laboratorium harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan jangka waktu yang direncanakan. Setelah kegiatan selesai, Ketua Prodi dan Kepala Laboratorium segera membuat laporan pertanggungjawaban baik penggunaan dana (laporan keuangan) maupun hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, baik kegiatan akademik maupun penunjang.

Kepemimpinan

Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.

Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi. Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dikenal kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik.  Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan visi, misi ke dalam kegiatan operasional program studi.  Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam organisasi perguruan tinggi. Kepemimpinan publik berkaitan dengan kemampuan menjalin kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik.

Pola kepemimpinan dalam Program Studi Kehutanan diuraikan sebagai berikut : Pola kepemimpinan dalam Program Studi Kehutanan dilakukan secara kolektif kolegial, artinya proses pengambilan keputusan tidak dilakukan oleh Ketua Prodi semata, tetapi juga melibatkan semua komponen yang ada di prodi, termasuk Kepala Laboratorium. Pola kepemimpinan ini dilakukan baik pada bidang operasional akademik, organisasi akademik maupun organisasi publik.

  1. Bidang Operasional Akademik

Operasional akademik di Prodi Kehutanan terdiri dari penentuan jadwal dan pengampu mata kuliah/mata praktikum, dosen pembimbing akademik, dosen pembimbing magang/kuliah lapang, dosen pembimbing dan penguji skripsi, serta administrasi akademik lainnya. Ketua Prodi dalam menjalankan tugasnya mempertimbangkan aturan-aturan yang berlaku sesuai yang termuat dalam panduan penyelenggaraan prodi, panduan akademik fakultas dan universitas serta dokumen penjaminan mutu fakultas.

Penentuan jadwal kuliah didasarkan pada jadwal kuliah semester yang sama pada tahun sebelumnya dengan mempertimbangkan pada kegiatan dosen yang bersangkutan di luar tugas utamanya. Sedangkan penentuan dosen pengampu mata kuliah wajib prodi dilakukan melalui rapat prodi dengan mendengarkan pendapat, saran dan masukan dari dosen-dosen prodi. Mata kuliah diampu oleh dosen yang memiliki kompetensi yang sesuai. Penentuan dosen mata kuliah wajib prodi juga mempertimbangkan kelayakan/kepatutan beban kerja dosen. Hal ini dilakukan oleh prodi agar ada pemerataan beban kerja dosen.

Untuk menjamin peningkatan kualitas pembelajaran, prodi secara konsisten menugaskan dosen-dosen melakukan perbaikan terhadap silabus, rencana perkuliahan dan penugasan, dan bahan ajar mata kuliah yang diasuh. Perbaikan tersebut meliputi model, pendekatan, strategi,  metode, dan media pembelajaran yang digunakan. Jika diperlukan, dosen difasilitasi oleh prodi untuk membahas perubahan kompetensi dan materi dalam suatu mata kuliah bersama-sama dengan dosen lain. Prodi secara aktif mengingatkan mahasiswa untuk segera melapor apabila ada dosen pengampu mata kuliah yang dalam pelaksanaan kuliah tidak sesuai dengan aturan dan etika yang berlaku di Universitas Bengkulu. Dosen-dosen juga disarankan agar aktif menyampaikan perkembangan akademik mahasiswa terutama bila ada mahasiswa yang mengalami masalah akademik.

Untuk kuliah lapangan, yang tujuannya mengenalkan mahasiswa kepada berbagai tipe ekosistem mulai dari ekosistem pantai hingga ekosistem datran tinggi, penanggung jawab kegiatannya adalah dosen pengasuh dari sub bidang ekologi. Khusus untuk kegiatan Praktek Umum, yang tujuannya mengenalkan mahasiswa pada konsep pengelolaan hutan lestari dan dunia kerja, penganggung jawabnya adalah dosen yang ditunjuk melalui rapat dosen.  Praktek Umum ini, diselenggaran melalui mekanisme kerja sama dengan instansi lain, seperti Fakultas Kehutanan Univeritas Gadjah Mada dan atau perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan hutan atau pengelolaan hasil hutan, seperti PT. Musi Hutan Persada.

 

Secara terinci, kepemimpinan  operasional  pada Program Studi Kehutanan ditunjukkan melaui :

  • Penentuan dosen pengasuh mata kuliah, dosen pembimbing dan penguji skripsi dan penguji Praktek Umum/Magang.
  • Menugaskan dosen untuk melakukan pembuatan dan perbaikan SAP, RKBM, silabus, hand-out mata kuliah dan bahan ajar.
  • Mengkoordinasikan kegiatan praktikum berbagai mata kuliah dengan pihak laboratorium.
  • Mengkoordinasikan kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa.
  1. Bidang organisasi akademik

Kepemimpinan di Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, menerapkan pola demokratis dan pemerataan dalam hal pembagian mata kuliah, pengiriman dosen untuk mengikuti seminar dan atau workshop, penentuan kelulusan ujian skripsi dan penyusunan kurikulum. Mata kuliah wajib universitas dan fakultas di luar kompetensi dosen prodi, antara lain mata kuliah Aplikasi Komputer, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama, dan Bahasa Inggris diampu oleh dosen-dosen di luar Prodi Kehutanan.

Oleh karena itu, setelah rapat penentuan dosen pengampu mata kuliah, Ketua Prodi mengajukan daftar mata kuliah yang harus diampu oleh dosen di luar prodi kepada Sub Bagian Pendidikan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Selain itu, prodi mengirimkan surat permintaan dosen ke prodi-prodi atau jurusan lain di lingkungan Fakultas Pertanian yang memiliki dosen dengan kompetensi yang sesuai dengan mata kuliah yang dimaksud. Untuk kebutuhan sarana prasarana praktikum yang belum dimiliki, program studi akan mengkoordinasi dalam mekanisme resource-sharing dengan jurusan-jurusan lain, terutama fasilitas laboratorium. Proses dilakukan menjelang akhir semester, sehingga ketika semester berikutnya dimulai, semua mata kuliah yang  diselenggarakan prodi telah memiliki dosen pengampu. Untuk kegiatan Praktek Umum, ketua prodi akan mengirim surat kepada instansi dan atau perusahaan tempat dilaksanakannya praktek umum.

Secara terinci, kepemimpinan organisasi dalam Program Studi Kehutanan ditunjukkan sebagai berikut:

  • Membuat program kebutuhan sarana prasarana Program Studi.
  • Mencari Institusi/Perusahaan yang dapat menerima Praktek Umum/Magang mahasiswa tingkat akhir.
  • Mengirimkan surat permintaan ke Jurusan di lingkungan FP yang memiliki kompetensi sesuai mata kuliah yang diasuh bila di Program Studi Kehutanan tidak memiliki dosen yang sesuai dengan kompetensi mata kuliah tersebut.
  • Mengkoordinasikan resource-sharing dengan jurusan-jurusan lain, terutama fasilitas laboratorium, untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.
  1. Bidang organisasi publik

Kepemimpinan di bidang organisasi publik menerapkan pola demokratis. Semua persoalan dibahas secara bersama oleh dosen-dosen prodi dan semua keputusan yang telah dipilih, dijalankan dan diawasi secara bersama pula. Pola kepemimpinan seperti ini dapat dijalankan hingga saat ini karena sesuai untuk mengatasi berbagai keragaman dan kepentingan yang ada di antara dosen-dosen Prodi.  Program studi selalu memotivasi kepada para dosennya untuk terus berkarya dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik yang diselenggarakan melalui mekanisme-nya Dirjen DIKTI, Universitas, Fakultas, ataupun mandiri dan atau kerjasama dengan pihak luar yang sifatnya tidak mengikat, bersifat perseorangan ataupun mekanisme kerja sama dengan program studi.  Beberapa dosen PS Kehutanan menjabat pimpinan pada berbagai organisasi seperti : Dr. Ir. Herry Suhatoyo sebagai Ketua Forum DAS Provinsi Bengkulu, koordinator bidang lingkungan asosiasi alumni Australia, dan ketua bidang teknologi dan SDA Dewan Riset Daerah Provinsi Bengkulu.

Secara terinci, kepemimpinan Organisasi  Publik dalam Program Studi Kehutanan mencakup :

  • Memotivasi dosen Program Studi untuk melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat, baik melalui skema DIKTI, Universitas, Fakultas dan atau mandiri.
  • Mengirimkan dosen untuk menjadi narasumber oleh instansi terkait seperti Dinas Kehutanan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Lingkungan Hidup, Bappeda, dan BPDAS dan atau KSDA Kementerian Kehutanan.
  • Mengkoordinasikan dan mengirimkan dosen Program Studi yang diperlukan untuk menjadi tenaga ahli pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh instansi-instansi terkait baik di tingkat nasional, regional, ataupun lokal.
  • Mengirimkan dosen Program Studi pada acara Diskusi Ilmiah di berbagai media masa, seperti TVRI, radio, dan sebagainya.
  • Memotivasi dosen-dosen untuk melakukan diseminasi pemikiran sehingga menjadi rujukan bagi publik, terutama di tingkat lokal.

Sistem Pengelolaan

Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup planning, organizing, staffing, leading, controlling dalam kegiatan  internal maupun eksternal.  Sistem tersebut telah disajikan dalam bentuk standar opreasional dan prosedur (SOP) yang telah disepakati dan dilegalkan oleh ketua PS Kehutanan, Sistem pengelolaan di Program Studi di Kehutanan terdiri dari lima aspek, yaitu planning, organizing, leading, dan controlling.

Aspek Planning

Perencanaan program studi seperti : peningkatan relevansi, peningkatan dan perbaikan atmosfer akademik, peningkatan efesiensi dan efektifitas proses pembelajaran, peningkatan kualitas internal manajemen, peningkatan kualitas dan kuantitas dosen, peningkatan kualitas lulusan, peningkatan kualitas dan kuantitas mahasiswa, peningkatan peran serta dosen dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dan kerjasama dengan instansi luar kampus, peningkatan kemampuan dosen dalam penelitian, dan peningkatan sarana prasarana perkuliahan dan praktikum, disusun secara bersama-sama oleh semua dosen program studi.  Beberapa kegiatan, seperti promosi program studi kehutanan dan peningkatan jaminan mutu, direncanakan bekerja sama dengan pihak fakultas.

Aspek Organizing

Pengorganisasian kegiatan program studi seperti penentuan dosen dan koordinator mata kuliah, penunjukkan pembimbing dan penguji skripsi, penunjukan pembimbing akademik, revisi kurikulum, penunjukan dosen pengasuh praktikum, dan penunjukan koordinator serta dosen penguji praktek umum dituangkan dalam suatu standar operasional penyelenggaraan (SOP). Aturan pengelolaan prodi baik yang mengenai pengorganisasian kegiatan, pengontrolan program studi maupun penjaminan mutu telah diatur dan disusun dalan pedoman penyelenggaraan prodi yang dibuat bersama-sama oleh dosen-dosen Program Studi Kehutanan. Media yang digunakan untuk implementasi aspek pengorganisasian ini, adalah melalui rapat rutin mingguan (rabuan). Hasil-hasil rapat didokumentasikan dalam buku laporan hasil rapat untuk dilaporkan ke tingkat jurusan, fakultas atau pun universitas.

Aspek Leading

Kepemimpinan dalam Program Studi Kehutanan menerapkan pola demokratis. Ketua program studi yang juga merangkap ketua jurusan, dipilih secara mufakat dan atau suara terbanyak oleh seluruh dosen prodi ini. Semua persoalan dan atau permasalahan yang muncul di Program Studi Kehutanan akan dibahas secara bersama oleh dosen-dosen prodi yang dipimpin oleh ketua; dan semua keputusan yang telah dipilih atau diambil dijalankan dan diawasi secara bersama pula. Pola kepemimpinan seperti ini dapat dijalankan hingga saat ini karena sesuai untuk mengatasi berbagai keragaman dan kepentingan yang ada di antara dosen-dosen di program studi ini.

Aspek Controlling

Pengontrolan terhadap segala pelaksanaan kegiatan dalam program studi kehutanan, dilakukan secara vertikal melalui lembaga jurusan dan atau fakultas, dan secara horizontal oleh para dosen dan mahasiswa. Kegiatan akademik, khususnya perkuliahan, dikontrol oleh Sub Bagian Pendidikan Fakultas Pertanian dan dievaluasi oleh Unit Penjamin Mutu (UPM) Fakultas Pertanian yang keduanya di bawah koordinasi Pembantu Dekan Bidang Akademik.  Khusus untuk kegiatan praktikum, pengawasan dilakukan oleh ketua laboratorium kehutanan dibawah kendali ketua proram studi/ketua jurusan Kehutanan. Ketua program studi juga melakukan observasi dan dialog kepada dosen-dosen pengampu mata kuliah, pembimbing akademik, penguji praktek umum/magang dan pembimbing/penguji skripsi, serta tenaga non kependidikan mengenai perkembangan akademik mahasiswa. Observasi dan dialog juga dilakukan kepada dosen pengampu mata kuliah, dosen pembimbing akademik, dan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut, berkenaan dengan proses perkuliahan suatu mata kuliah tertentu.