Category Archives: Pengabdian

Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Dosen Jurusan Kehutanan UNIB di KPPH Madapi, Curup

Pengabdian kepada masyarakat merupakan  salah satu dharma atau tugas pokok dari suatu perguruan tinggi, termasuk Universitas Bengkulu. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk  mengembangkan dan menyukseskan pembangunan serta meningkatkan  kemampuan masyarakat dalam memecahkan masalahnya sendiri.  Sehingga, pengabdian kepada masyarakat selalu diarahkan pada aktivitas yang dampak dan manfaatnya dapat secara langsung dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Pada kesempatan ini, Jurusan Kehutanan UNIB melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengambil tema Penguatan Kapasitas dalam Pengelolaan Hutan Lingkungan untuk Kesejahteraan Masyarakat bagi Koperasi Perempuan Pelestari Hutan Madapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksankan pada hari Sabtu, 18 Juni 2022 bertempat di Sekretariat KPPH Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh dosen Jurusan Kehutanan yang terbagi ke dalam 6 kelompok subtema pengabdian. Adapun enam subtema tersebut adalah Pengenalan Tumbuhan Pangan di  Hutan MADAPI, Pembuatan Pupuk Organik, Pengenalan Lebah Madu Trigona, Pengembangan Ekowisata, Teknik Grafting Tanaman, dan Keanekaragaman Tumbuhan dan Ketahanan Pangan.

Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan masyarakat sekitar kawasan hutan dan tergabung dalam KPPH Madapi. Kegiatan ini dipandu oleh Ketua KPPH Madapi, Rika Nofrianti dan Sekretaris yang mewakili Ketua Jurusan Kehutanan, Saprinurdin, S.Hut., M. ForsEcosysSc. Selain itu, turut hadir Plh. Dekan Fakultas Pertanian, Yansen M.Sc., Ph.D dan Ketua LPPM Universitas Bengkulu, Dr. Ir. Hery Suhartoyo, M.Sc. yang merupakan dosen Jurusan Kehutanan.

Pelaksanaan pengabdian ini berjalan cukup lancar dan diikuti secara antusias oleh peserta. Materi yang disampaikan sangat relevan untuk dikembangkan di sekitar kawasan hutan yang menjadi tempat tinggal masyarakat. Selain pemberian materi, pada kegiatan ini juga tim Jurusan Kehutanan melakukan demo grafting atau teknik penyambungan dalam penggandaan batang bawah tanaman dan pembuatan pupuk kompos. Sebagai motivasi untuk mempraktikan secara langsung kegiatan ini di tempatnya nanti, Jurusan Kehutanan memberikan bibit unggul tanaman alpukat kepada masing-masing peserta dan seperangkat alat untuk membuat pupuk kompos.

Berikut merupakan beberapa dokumentasi kegiatan pengabdian yang sudah dilaksanakan tersebut.

Pemaparan materi dalam kelas di sekretariat KPPH Madapi, Curup

Demo grafting (teknik penyambungan) dan pembuatan pupuk kompos oleh perwakilan tim, Siswahyono, S.Hut., MP. dan Deselina, SP., MP.

Pemberian bibit unggul tanaman alpukat dan foto bersama

PKM Dosen: Pembuatan Pupuk Kompos Cair dari Buah Limbah di Desa Arga Indah I, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah

 

Buah-buahan yang merupakan produk tanaman holtikultura mempunyai sifat tidak dapat disimpan lama karena mengandung kadar air yang tinggi. Buah limbah ini akan menambah timbunan volume sampah yang setiap harinya terus bertambah dan menambah problematika sampah. Buah limbah ini kadang menimbulkan bau yang tidak sedap. Buah limbah yang membusuk itu biasanya mengundang lalat buah untuk datang dan kemungkinan banyak bibit penyakit di dalamnya . Hal ini merupakan salah satu penyebab timbulnya penyakit  bagi manusia khususnya penyakit yang menyerang perut. Bermasalahnya pengelolaan sampah di Indonesia bukan sekedar karena keterbatasan teknis-ekologis dan ekonomis melainkan lebih dari adanya budaya, kebiasaan lama, perilaku dan cara pandang masyarakat yang tidak proporsional sehingga harus diubah.

Salah satu cara untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan buah limbah yang dihasilkan oleh penduduk adalah dengan cara mengolah sampah tersebut menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk kompos cair. Selama ini pupuk organik yang dihasilkan dari sampah organik banyak dalam bentuk padat  namun jarang yang berbentuk pupuk organik cair. Padahal kompos cair ini lebih praktis digunakan, proses pembuatannya relatif mudah dan biaya yang dikeluarkan tidak banyak. Pupuk kompos cair ini baunya tidak menyengat bila dibanding dengan pupuk padat Oleh karena bahan baku pupuk kompos cair ini berasal dari buah-buahan maka aroma yang dihasilkan beraroma buah.  Dengan membuat pupuk kompos cair selain dipakai untuk kebutuhan sendiri dapat juga dijual sehingga akan menambah pendapatan keluarga. Apalagi penggunaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk buatan yang semakin sulit ditemui sedang menjadi trend bagi petani pecinta tanaman.

Desa Arga Indah I termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah, Propinsi Bengkulu. Desa ini merupakan desa agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Desa ini terdiri dari 3 dusun, yakni Dusun I, Dusun II dan Dusun III. Jarak dari desa ini ke kota kecamatan sekitar 6 km, jarak ke ibukota kabupaten sekitar 30 km dan jarak ke ibukota propinsi sekitar 60 km. Luas wilayah Desa Arga Indah I sekitar 360 Ha dengan ketinggian tempat berkisar 300-350 m dari permukaan laut.

Keberadaan sampah hingga saat ini masih cenderung dianggap sesuatu yang tidak bermanfaat dan bahkan merugikan. Sampah dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diare, tifus dan muntaber; mencemari lingkungan misalnya menimbulkan bau yang tidak sedap dan berubahnya ekosistem perairan biologis dan berbagai dampak sosial ekonomi. Meningkatnya jumlah sampah harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mengusahakan lingkungan yang hidup yang bersih dan sehat. Salah satu cara mengurangi jumlah sampah adalah dengan memanfaatkan buah limbah menjadi pupuk kompos cair.

 

Tujuan dan Manfaat  Kegiatan PPM

Tujuan Kegiatan

  1. meningkatnya ketrampilan para pemuda khususnya anggota karang taruna dan para ibu rumah tangga anggota kelompok PKK dalam membuat pupuk kompos cair
  2. dapat diproduksinya pupuk kompos cair yang bermutu baik
  3. meningkatnya pemahaman penduduk  mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga 

Manfaat Kegiatan

  1. Menambah pengetahuan penduduk dalam mengelola sampah.
  2. Karang taruna dan kelompok PKK memiliki Composter yang dapat dipakai untuk membuat kompos dari bahan lain selain limbah buah-buahan
  3. Terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Arga Indah I Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Masjid Desa Jumat, sedangkan untuk demonstrasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos cair dilaksakan di halaman rumah Bapak Siamuri selaku Kepala Desa Arga Indah I.

Alat yang dibutuhkan adalah komposter berupa ember dan penutupnya, pisau, papan iris, gelas ukur, timbangan, karung beras, sprayer, pemberat sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah limbah buah, gula pasir, gula merah,  air sumur.

Transformasi teknologi yang efektif bagi masyarakat di Desa Arga Indah I adalah menggunakan metode penyuluhan, pelatihan dengan banyak membuat demonstrasi atau melakukan praktek langsung diiringi pendampingan (White, 1990). Oleh karena itu dalam kegiatan penerapan IPTEKS digunakan metode :

  1. Penyuluhan dan tatap muka: mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah lingkungan
  2. Pelatihan : pengetahuan cara membuat pupuk kompos cair yang berkualitas
  3. Demonstrasi : pembuatan pupuk kompos cair dan aplikasi pupuk kompos cair pada tanaman

Agar program kegiatan pengabdian Dana PNBP Fakultas Pertanian ini dapat terlaksana sesuai dengan tujuan utamanya maka dilakukan upaya pendekatan dengan  Kelompok Tani, Karang Taruna dan para anggota kelompok PKK.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan Bulan Agustus-November 2021. Kegiatan lapangan diawali dengan sosialisasi kegiatan yaitu  dengan mendatangi Kepala Desa Arga Indah I Bapak Siamuri untuk menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan pengabdian ini.

Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan di Mesjid Jumat dan di kediaman Bapak Siamuri. Kegiatan dihadiri oleh anggota karang taruna, ibu-ibu Kelompok PKK dan para Kelompok Tani.

Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian  bagi masyarakat berjalan lancar. Penyuluhan  dilakukan untuk menyampaikan pengetahuan mengenai pentingnya pengelolaan limbah, pemanfaatan limbah lingkungan dan mengenai cara pemasaran produk limbah.

Ada tiga cara yang mudah untuk mengatasi masalah limbah yaitu dengan prinsip 3R yaitu :

  1. reduce (Mengurangi) : sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang dipergunakan,
  2. ruse (Memakai kembali) : sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali dan hindari pemakaian barang-barang yang hanya bisa sekali digunakan (disposable),
  3. recycle (daur ulang) : sebisa mungkin barang-barang yang sudah tidak terpakai didaur ulang, walaupun tidak semua barang bisa didaur ulang.

Prinsip 3R ini bisa menjadi pedoman sederhana untuk membantu kita dalam mengurangi sampah di rumah (Suryati, 2009).

Pada acara penyuluhan diperkenalkan juga beberapa jenis pupuk kompos selain pupuk kompos cair. Selain itu diperkenalkan juga cara pembuatan pupuk kompos yang cepat dengan memperkenalkan aktivator. Beberapa aktivator yang bisa dipakai adalah Aktivator Orgadec, Stardec, EM-4, Harmony dan Fix-Up dan Boisca dengan keunggulan masing-masing (Indriani, 2008).

Pembuatan pupuk kompos cair dari buah limbah di Desa Arga Indah I merupakan hal yang baru. Dengan dimanfaatkannya buah limbah ini menjadi pupuk kompos cair menjadi salah satu usaha mengurangi limbah sekaligus menambah penghasilan para penduduk di Desa Arga Indah I.

Pembuatan pupuk kompos cair dengan Metode Satu-Dua-Tiga yang sangat mudah dilakukan oleh para khalayak sasaran membuat para peserta demonstrasi menjadi semakin bersemangat. Metode satu-dua-tiga berarti setiap satu kilogram buah papaya yang sudah membusuk dicampurkan  dengan dua ons gula pasir/gula merah dan tiga liter air sumur ke dalam ember (composter). Masukkan buah papaya yang sudah dirajang ke dalam karung beras kemudian masukkan karung tersebut ke dalam ember yang sudah berisi campuran air sumur dan gula pasir/gula merah.  Dengan pengadukan setiap tiga hari maka dalam satu bulan dapat dihasilkan pupuk kompos cair (biang atau lindi) siap dipanen sementara kompos yang terdapat dalam karung dapat dijadikan bahan kompos padat. Dengan demikian dalam satu rangkaian kegiatan pembuatan pupuk kompos cair dapat juga dihasilkan pupuk kompos padat.

Aplikasi pupuk kompos cair ke tanaman dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memcampurkan setiap satu liter biang/lindi ke dalam 100 liter air, baru disiramkan ke dalam tanaman.

Untuk memotivasi khalayak sasaran untuk membuat pupuk kompos cair maka Tim Pengabdian menyerahkan dua set peralatan Composter untuk membuat pupuk kompos cair. Selain dipergunakan untuk pupuk kompos cair, Composter ini juga dapat dipakai untuk membuat pupuk kompos padat.

Dalam proses pengomposan ada beberapa keuntungan yang dapat diambil antara lain : 1) kompos merupakan pupuk oragnik ramah lingkungan, 2) bahan yang diolah menjadi kompos sudah tersedia dan tidak perlu membeli, 3) masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan perawatan dan instalasi yang mahal, dan 4) unsur hara dari pupuk kompos ini akan bertahan lama jika dibandingkan dengan unsur hara dari pupuk buatan (Basriyanta, 2007).

Kompos mempunyai beberapa sifat yang menguntungkan antara lain :

  1. memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan
  2. memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai
  3. menambah daya ikat air pada tanah
  4. memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah
  5. mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara
  6. mengandung hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit (jumlah hara ini tergantung dari bahan pembuat pupuk organic)
  7. membantu proses pelapukan bahan mineral
  8. memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikroba
  9. menurunkan aktivitas organism yang merugikan (Indriani, 2008).

Pada saat penyuluhan diberikan juga informasi mengenai pentingnya lahan pekarangan dengan tanaman agroforestri. Dengan beragroforestri penduduk menmiliki tabungan masa depan.