RIMBA EVENT KE-5 DAN DIES NATALIS HIMA SYLVA PCSI UNIB KE-29

Dies Natalis dan Rimba Event Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Bengkulu adalah suatu acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun HIMA Sylva PCSI UNIB yang merupakan salah satu program kerja dari Pengurus Hima Sylva PCSI UNIB di bidang Minat dan Bakat (Minbak). Tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini ialah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan persaudaraan keluarga besar HIMA Sylva PCSI UNIB yang diaplikasikan dalam konsep berupa rangkaian acara yang bertemakan “Bersama, Berani dan Berkarya”. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai penyaluran bakat dan kreativitas mahasiswa Kehutanan dengan berbagai lomba di bidang olahraga maupun seni.

Kegiatan ini dibuka pada hari Sabtu 21 Mei 2022 di Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan berbagai lomba yang diselenggarakan dari tanggal 21-25 Mei 2022 dan diikuti oleh anggota HIMA Sylva PCSI UNIB. Perlombaan yang diadakan diantaranya futsal, voli, tarik tambang, solo song, melukis, baca puisi dan e-sport.

 

Pembukaan Rimba Event ke-5

 

Malam puncak perayaan Dies Natalis HIMA Sylva PCSI UNIB yaitu tepat pada tanggal 25 Mei 2022 ini dibuka oleh Winda Nur Anisa dan Barkah Yanuar Damar Dani selaku MC dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Bidang Minat dan Bakat yaitu Tafri, “ Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia, peserta dan seluruh anggota HIMA Sylva PCSI UNIB yang telah meluangkan waktu serta tenaganya untuk menyukseskan acara ini. Saya berharap acara ini dapat menjadi acara tahunan dan akan lebih meriah lagi di tahun selanjutnya.”

 

 

Sambutan Kepala Bidang Minat dan Bakat HIMA Sylva PCSI UNIB

 

Kemudian diserahkan kepada Achmad Maliki selaku Ketua Umum HIMA Sylva PCSI UNIB, “Harapan saya dengan diadakannya serangkaian kegiatan Rimba Event dan Dies Natalis ini dapat memperkuat tali silaturahmi, kekeluargaan dan kebersamaan dari seluruh anggota HIMA Sylva PCSI UNIB, dan semoga kedepannya HIMA Sylva PCSI UNIB dapat terus berkarya dan menuai prestasi baik di tingkat Universitas bahkan hingga tingkat Internasional.”

 

Sambutan Ketua Umum HIMA Sylva PCSI UNIB

 

Selanjutnya, sambutan yang terakhir adalah dari Ir. Edi Suharto, MP selaku Ketua Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu. Dalam sambutannya beliau mengaku bangga dan sangat mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan Dies Natalis kali ini.

 

Sambutan Ketua Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu

 

Acara dilanjutkan dengan pentas seni tari dan musik serta pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur atas dies natalis HIMA Sylva PCSI UNIB ke-29.

 

Pemotongan Tumpeng

 

Selamat dan Sukses Dies Natalis HIMA SYLVA PCSI UNIB ke-29

 

SALAM RIMBAWAN!!!

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional HIMA Sylva PCSI UNIB

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional diperingati pada tanggal 21 Febuari 2022. Saat ini, sampah menjadi permasalahan yang dihadapi oleh seluruh masyarakat dunia. Hal ini disebabkan karena produksi sampah dari hari ke hari terus meningkat, serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Menindaklanjuti hal tersebut, bidang PSDA (Pengembangan Sumber Daya Anggota) dan Kewirausahaan HIMA Sylva PCSI UNIB mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian akan permasalahan sampah yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 19-21 Februari 2022. Kegiatan ini mengusung tema Reuse, Reduce, Recycle, Remember for the Future.

 

Pada hari pertama, 19 Februari 2022 dilaksanakan seminar Edukasi Pengenalan dan Pengolahan Sampah di Aula Jurusan Kehutanan. Seminar ini diikuti oleh Anggota HIMA Sylva PCSI UNIB dengan pemateri Ahmad Kemal Prasadda (Mahasiswa Kehutanan 2018) yang merupakan Founder Sahabat Bumi dan Putra Kebudayaan Indonesia. Pada seminar ini, disampaikan penjelasan tentang sebab dan akibat yang terjadi karena sampah serta bagaimana cara untuk mengatasinya. Kegiatan seminar dilaksanakan dari pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan dengan pembuatan pupuk kompos dari sampah bekas batlog jamur tiram.

Pada hari kedua, 20 Februari 2022 dilakukan gotong royong membersihkan area kesekretariatan  HIMA Sylva PCSI UNIB dan Laboratorium Kehutanan Universitas Bengkulu.

 

Pada hari ketiga 21 Februari 2022 yang merupakan puncak acara, diadakan gerakan membawa botol minum sendiri. Gerakan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dalam mengurangi sampah plastik dan harapannya dapat mengajak orang lain untuk sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

PKM Dosen: Pembuatan Pupuk Kompos Cair dari Buah Limbah di Desa Arga Indah I, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah

 

Buah-buahan yang merupakan produk tanaman holtikultura mempunyai sifat tidak dapat disimpan lama karena mengandung kadar air yang tinggi. Buah limbah ini akan menambah timbunan volume sampah yang setiap harinya terus bertambah dan menambah problematika sampah. Buah limbah ini kadang menimbulkan bau yang tidak sedap. Buah limbah yang membusuk itu biasanya mengundang lalat buah untuk datang dan kemungkinan banyak bibit penyakit di dalamnya . Hal ini merupakan salah satu penyebab timbulnya penyakit  bagi manusia khususnya penyakit yang menyerang perut. Bermasalahnya pengelolaan sampah di Indonesia bukan sekedar karena keterbatasan teknis-ekologis dan ekonomis melainkan lebih dari adanya budaya, kebiasaan lama, perilaku dan cara pandang masyarakat yang tidak proporsional sehingga harus diubah.

Salah satu cara untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan buah limbah yang dihasilkan oleh penduduk adalah dengan cara mengolah sampah tersebut menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk kompos cair. Selama ini pupuk organik yang dihasilkan dari sampah organik banyak dalam bentuk padat  namun jarang yang berbentuk pupuk organik cair. Padahal kompos cair ini lebih praktis digunakan, proses pembuatannya relatif mudah dan biaya yang dikeluarkan tidak banyak. Pupuk kompos cair ini baunya tidak menyengat bila dibanding dengan pupuk padat Oleh karena bahan baku pupuk kompos cair ini berasal dari buah-buahan maka aroma yang dihasilkan beraroma buah.  Dengan membuat pupuk kompos cair selain dipakai untuk kebutuhan sendiri dapat juga dijual sehingga akan menambah pendapatan keluarga. Apalagi penggunaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk buatan yang semakin sulit ditemui sedang menjadi trend bagi petani pecinta tanaman.

Desa Arga Indah I termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah, Propinsi Bengkulu. Desa ini merupakan desa agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Desa ini terdiri dari 3 dusun, yakni Dusun I, Dusun II dan Dusun III. Jarak dari desa ini ke kota kecamatan sekitar 6 km, jarak ke ibukota kabupaten sekitar 30 km dan jarak ke ibukota propinsi sekitar 60 km. Luas wilayah Desa Arga Indah I sekitar 360 Ha dengan ketinggian tempat berkisar 300-350 m dari permukaan laut.

Keberadaan sampah hingga saat ini masih cenderung dianggap sesuatu yang tidak bermanfaat dan bahkan merugikan. Sampah dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diare, tifus dan muntaber; mencemari lingkungan misalnya menimbulkan bau yang tidak sedap dan berubahnya ekosistem perairan biologis dan berbagai dampak sosial ekonomi. Meningkatnya jumlah sampah harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mengusahakan lingkungan yang hidup yang bersih dan sehat. Salah satu cara mengurangi jumlah sampah adalah dengan memanfaatkan buah limbah menjadi pupuk kompos cair.

 

Tujuan dan Manfaat  Kegiatan PPM

Tujuan Kegiatan

  1. meningkatnya ketrampilan para pemuda khususnya anggota karang taruna dan para ibu rumah tangga anggota kelompok PKK dalam membuat pupuk kompos cair
  2. dapat diproduksinya pupuk kompos cair yang bermutu baik
  3. meningkatnya pemahaman penduduk  mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga 

Manfaat Kegiatan

  1. Menambah pengetahuan penduduk dalam mengelola sampah.
  2. Karang taruna dan kelompok PKK memiliki Composter yang dapat dipakai untuk membuat kompos dari bahan lain selain limbah buah-buahan
  3. Terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Arga Indah I Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Masjid Desa Jumat, sedangkan untuk demonstrasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos cair dilaksakan di halaman rumah Bapak Siamuri selaku Kepala Desa Arga Indah I.

Alat yang dibutuhkan adalah komposter berupa ember dan penutupnya, pisau, papan iris, gelas ukur, timbangan, karung beras, sprayer, pemberat sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah limbah buah, gula pasir, gula merah,  air sumur.

Transformasi teknologi yang efektif bagi masyarakat di Desa Arga Indah I adalah menggunakan metode penyuluhan, pelatihan dengan banyak membuat demonstrasi atau melakukan praktek langsung diiringi pendampingan (White, 1990). Oleh karena itu dalam kegiatan penerapan IPTEKS digunakan metode :

  1. Penyuluhan dan tatap muka: mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah lingkungan
  2. Pelatihan : pengetahuan cara membuat pupuk kompos cair yang berkualitas
  3. Demonstrasi : pembuatan pupuk kompos cair dan aplikasi pupuk kompos cair pada tanaman

Agar program kegiatan pengabdian Dana PNBP Fakultas Pertanian ini dapat terlaksana sesuai dengan tujuan utamanya maka dilakukan upaya pendekatan dengan  Kelompok Tani, Karang Taruna dan para anggota kelompok PKK.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan Bulan Agustus-November 2021. Kegiatan lapangan diawali dengan sosialisasi kegiatan yaitu  dengan mendatangi Kepala Desa Arga Indah I Bapak Siamuri untuk menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan pengabdian ini.

Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan di Mesjid Jumat dan di kediaman Bapak Siamuri. Kegiatan dihadiri oleh anggota karang taruna, ibu-ibu Kelompok PKK dan para Kelompok Tani.

Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian  bagi masyarakat berjalan lancar. Penyuluhan  dilakukan untuk menyampaikan pengetahuan mengenai pentingnya pengelolaan limbah, pemanfaatan limbah lingkungan dan mengenai cara pemasaran produk limbah.

Ada tiga cara yang mudah untuk mengatasi masalah limbah yaitu dengan prinsip 3R yaitu :

  1. reduce (Mengurangi) : sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang dipergunakan,
  2. ruse (Memakai kembali) : sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali dan hindari pemakaian barang-barang yang hanya bisa sekali digunakan (disposable),
  3. recycle (daur ulang) : sebisa mungkin barang-barang yang sudah tidak terpakai didaur ulang, walaupun tidak semua barang bisa didaur ulang.

Prinsip 3R ini bisa menjadi pedoman sederhana untuk membantu kita dalam mengurangi sampah di rumah (Suryati, 2009).

Pada acara penyuluhan diperkenalkan juga beberapa jenis pupuk kompos selain pupuk kompos cair. Selain itu diperkenalkan juga cara pembuatan pupuk kompos yang cepat dengan memperkenalkan aktivator. Beberapa aktivator yang bisa dipakai adalah Aktivator Orgadec, Stardec, EM-4, Harmony dan Fix-Up dan Boisca dengan keunggulan masing-masing (Indriani, 2008).

Pembuatan pupuk kompos cair dari buah limbah di Desa Arga Indah I merupakan hal yang baru. Dengan dimanfaatkannya buah limbah ini menjadi pupuk kompos cair menjadi salah satu usaha mengurangi limbah sekaligus menambah penghasilan para penduduk di Desa Arga Indah I.

Pembuatan pupuk kompos cair dengan Metode Satu-Dua-Tiga yang sangat mudah dilakukan oleh para khalayak sasaran membuat para peserta demonstrasi menjadi semakin bersemangat. Metode satu-dua-tiga berarti setiap satu kilogram buah papaya yang sudah membusuk dicampurkan  dengan dua ons gula pasir/gula merah dan tiga liter air sumur ke dalam ember (composter). Masukkan buah papaya yang sudah dirajang ke dalam karung beras kemudian masukkan karung tersebut ke dalam ember yang sudah berisi campuran air sumur dan gula pasir/gula merah.  Dengan pengadukan setiap tiga hari maka dalam satu bulan dapat dihasilkan pupuk kompos cair (biang atau lindi) siap dipanen sementara kompos yang terdapat dalam karung dapat dijadikan bahan kompos padat. Dengan demikian dalam satu rangkaian kegiatan pembuatan pupuk kompos cair dapat juga dihasilkan pupuk kompos padat.

Aplikasi pupuk kompos cair ke tanaman dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memcampurkan setiap satu liter biang/lindi ke dalam 100 liter air, baru disiramkan ke dalam tanaman.

Untuk memotivasi khalayak sasaran untuk membuat pupuk kompos cair maka Tim Pengabdian menyerahkan dua set peralatan Composter untuk membuat pupuk kompos cair. Selain dipergunakan untuk pupuk kompos cair, Composter ini juga dapat dipakai untuk membuat pupuk kompos padat.

Dalam proses pengomposan ada beberapa keuntungan yang dapat diambil antara lain : 1) kompos merupakan pupuk oragnik ramah lingkungan, 2) bahan yang diolah menjadi kompos sudah tersedia dan tidak perlu membeli, 3) masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan perawatan dan instalasi yang mahal, dan 4) unsur hara dari pupuk kompos ini akan bertahan lama jika dibandingkan dengan unsur hara dari pupuk buatan (Basriyanta, 2007).

Kompos mempunyai beberapa sifat yang menguntungkan antara lain :

  1. memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan
  2. memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai
  3. menambah daya ikat air pada tanah
  4. memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah
  5. mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara
  6. mengandung hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit (jumlah hara ini tergantung dari bahan pembuat pupuk organic)
  7. membantu proses pelapukan bahan mineral
  8. memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikroba
  9. menurunkan aktivitas organism yang merugikan (Indriani, 2008).

Pada saat penyuluhan diberikan juga informasi mengenai pentingnya lahan pekarangan dengan tanaman agroforestri. Dengan beragroforestri penduduk menmiliki tabungan masa depan.

Budidaya Jamur Tiram di Hima Sylva PCSI UNIB

Hima Sylva PCSI UNIB mempunyai beberapa program pelatihan yang berorientasi pada peningkatan skill dan juga entrepreneurship mahasiswa. Salah satu kegiatannya adalah budidaya jamur tiram di mana kegiatan peningkatan skill mahasiswa Jurusan Kehutanan dilakukan secara berkala triwulan sekali. Kegiatan terbarunya adalah pemanfaatan limbah kayu (serbuk gergaji) sebagai media tanam budidaya jamur tiram.
Ada dua kegiatan  utama dalam budidaya jamur tiram. Tahap pertama adalah membuat media tanam dengan cara mengukus media sehingga media siap diberikan bibit dan kemudian menginokulasikan bibit  jamur ke dalam media tanam tersebut. Hal ini dilakukan agar media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah.

Adapun cara/langkah dalam pembuatan jamur tiram adalah:

1. Menyiapkan Kumbung

Rumah jamur di Hima Sylva berukuran 4 x 6 meter, beratapkan daun rumbio dan berdinding bambu kuning yang bertujuan untuk menjaga suhu supaya selalu dingin dan lembab. Selain itu, lantainya juga tidak perlu diplester atau disemen agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap. Kapasitas baglog atau media tumbuh jamur yang ada di kumbung jamur Hima Sylva adalah 2500 baglog dengan ketentuan susunan rak tempat menaruh  baglog nya rapi.

2. Menyiapkan Baglog

Baglog merupakan media tanam tempat meletakan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk  gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog yang ada di kumbung jamur saat ini dengan total (1050) baglog dan ada sebagian  baglog yang perlu diganti karena masa produksinya sudah habis, jangka masa produksi baglog dari pertama dimasukan bibit yaitu 1 bulan, sampai miselium memenuhi seluruh baglog atau baglog menjadi putih keseluruhan.

Setelah 1 bulan kedepan baglog akan tumbuh jamur tiram, sehingga untuk masa panen dalam 1 baglog adalah 3 kali panen dan masa produksi panen baglog tersebut adalah 5 bulan sampai menjadi kerut atau tidak  tumbuh badan buah jamur tiram lagi. Harga 1 baglog di pasaran dijual seharga 4000/baglog yang sudah siap panen.

3. Cara Merawat Baglog

Penyusunan baglog di kumbung jamur tiram Hima Sylva ialah dengan susunan vertikal. Penyiraman yang dilakukan yaitu 2 kali sehari tergantung suhu dan kelembaban kumbung dengan menjaga suhu sekitar 16-26°C. Menjaga baglog dari serangan hama tikus dan agas ialah dengan melakukan penyiraman insektisida dan pemberian racun tikus. Perawatan dilakukan setiap 1 minggu sekali.

4. Panen Budidaya Jamur Tiram

Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium biasa nya baglog tersebut akan menembus tutup koran pada cincin baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Panen dilakukan pada jamur yang telah mekar.

Workshop Penyusunan RPS dan Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) 2021

Dalam perencanaan untuk implementasi kurikulum MBKM 2021 yang sudah dicanangkan oleh Kemendikbudristek, Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian UNIB melakukan workshop dengan tema tersebut pada Rabu, 10 November 2021 di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Pertanian UNIB. Workshop tersebut juga mengundang stakeholder terkait baik instansi pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, maupun alumni, diantaranya BKSDA Bengkulu dan Lampung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu dan KPHL Bukit Daun, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Walhi.

Secara umum, para stakeholder mendukung penuh dan siap bermitra dengan Jurusan Kehutanan dalam penerapan kurikulum MBKM yang memberikan opsi bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi atau kampus dengan total 60 sks. Walaupun demikian, komunikasi dan koordinasi perlu dijaga agar sasaran dan luaran dari program MBKM dengan para mitra dapat tercapai.

Selain itu, para stakeholder juga menyampaikan beberapa masukan dan saran bagi pengembangan dan penguatan kapasitas lulusan Jurusan Kehutanan. Beberapa diantaranya adalah perlunya peningkatan qualitative and social skill dalam menjawab tantangan aspek sosial pengelolaan hutan dan juga memahami serta memberdayakan interaksi masyarakat hutan. Selain itu, perlunya memenuhi aspek minimal dalam kompetensi dasar baik secara pengetahuan, sikap, maupun keterampilan praktis dalam pekerjaan di bidang kehutanan. Terakhir, para stakeholder juga menyampaikan perlunya para lulusan untuk mempunyai awareness terhadap isu-isu global kehutanan lingkungan, seperti misalnya konservasi dan perubahan iklim.